Takdir Hanya Mempertemukan Kita di Dunia Maya (part 1)

Jam 11 siang di tanggal 16 juni 2016, tiba tiba aku merasa heran bisa satu kontak dibbm dengan mu, karena aku tipikal yang sangat penasaran akhirnya aku memberanikan diriku untuk say "hallo" kepada mu.kamu merespon ku dengan baik, akhirnya sampai ketahap kita telfonan. awalnya aku merasa aneh dengan karakter suara kamu yang berbeda dengan cowo lainnya, tapi setetlah beberapa menit telfonan sepertinya telinga ku sudah bisa beradaptasi. yang ada difikiranku ketika pertama kali mendengar suara kamu hanya satu kata "unik" dalam hati mulai bicara sendiri " wah ni orang selain serak banget suarany dia juga unik,bisa telfonan sama gue sambil dengerin musik dikamarnya"
"kamu lagi dimana sih?" tanya ku penasaran karena rame banget kamarnya. " lagi dikamar" jawab mu, " hah? emang udah biasa ya? telfonan kamunya sambil musikan? tanya ku penasaran, "iya emang aku gini suka dengerin radio" jawab mu sembari tertawa, " hah?serius radio?masa iya masi dengerin radio?ngaco nih" aku yang semakin heran, "iya hahahahah" kamu mentertawaiku.
satu hari perkenalan dan banyak cerita yang kita saling ceritakan dari mulai umur,sekolah,keluarga,cita cita. padahal kita baru saja kenal hitungan jam dan sudah sebanyak itu topik yang kita bicarakan, sampai kita saling tau kalo umur kita terpaut cukup jauh perbedaannya kamu 16tahun dan aku 18tahun ya memang lebih tua aku, tapi dari dimulai nya pembicaraan kita, malah kedewasaan didominasi sama kamu.
Hari kedua kita saling memberi kabar ternyata kita semakin merasa nyaman, kalau sekarang aku bayangin dipikir-pikir aneh juga ya? ketemu saja belum pernah, tapi sudah sayang, ada yg pernah punya perasaan segila aku dan dia? dan akhirnya kita menyetujui untuk berpacaran di tanggal 18 juni 2016.


cerita ini ku tulis ketika aku sudah bisa memahami dan berfikir, sekuat apapun perasaan kita secinta apapun kita terhadap seseorang jika tidak ada sebuah pertemuan sama saja bohong, useless, hampir 4 tahun menunggu hanya untuk sebuah pertemuan tapi takdir selalu enggan mempertemukan, entah dia yang selalu berbohong untuk beralibi atau sekedar mencari alasan, yang pada akhirnya membuat hatiku benar benar lelah.

Komentar

Postingan Populer